Sakit Telinga

Masalah sakit telinga, pendengaran yang tumpul, sampai masalah tuli, dapat berasal dari masalah yang timbul pada telinga luar, tengah maupun telinga dalam. Masalah ini dapat ditimbulkan oleh proses penuaan yang terjadi secara alami atau infeksi oleh kuman penyakit. Penyebab paling umum untuk sakit telinga adalah infeksi telinga tengah akibat terjadinya infeksi hidung dan tenggorokan. Ketiga bagian tubuh ini memang saling berhubungan sehingga infeksi pada salah satunya dapat menyebar ke bagian yang lain. Itu sebabnya ada ilmu kedokteran yang khusus membidangi ketiganya. Dokter yang memiliki keahlian di bidang ini disebut dokter Ahli THT (telinga, hidung dan tenggorokan).

 

Kuman penyakit yang terdapat di hidung dan tenggorokan dapat masuk ke telinga tengah melalui tuba eustakhii yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan. Fungsi tuba eustakhii telah disinggung sebelumnya. Kehadiran kuman dari hidung dan tenggorokan akan meransang telinga tengah untuk mengeluarkan banyak cairan pelindung. Akan tetapi, pada saat yang sama infeksi telinga ini akan menyebabkan tuba eustakhii membengkak. Pembengkakan tuba eustakhii akan menyumbatnya sehingga cairan telinga tengah akan tertumpuk di dalamnya lalu menimbulkan rasa sakit. Infeksi dapat juga terjadi pada telinga luar yang bisa membuat bengkak, sehingga menghalangi masuknya gelombang suara ke dalam. Sekitar 85% infeksi telinga tengah terjadi pada anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Sakit Telinga

Sakit Telinga

Satu penyebab utama kerusakan yang menyebabkan sakit telinga dalam adalah polusi udara, terutama suara yang melengking. Sebelum adanya peradaban modern, suara paling kuat yang ada boleh jadi hanyalah suara berfrekuensi rendah seperti suara halilintar atau auman singa. Akan tepapi, sekarang kehidupan modern jauh lebih ribut daripada kehidupan sebelumnya dan banyak dari suara yang menimbulkan keributan dengan berfrekuensi tinggi.

Walaupun sama-sama nyaring, telinga lebih dapat mentoleransi suara rendah daripada suara tinggi. Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa suara ribut yang sangat nyaring (desibel tinggi) dapat merusak organ daam seekor tikus sampai tingkat yang mematikan. Riset atas manusia juga menunjukkan bahwa suara yang nyaring juga dapat  “mengobrak-abrik” organ tubuh manusia dengan merangsang timbulnya berbagai rekasi kimia yang merugikan, menaikkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, memperpendek napas dan mengurangi aliran darah ke janin yang ada dalam kandungan.

Kasus stress pikiran, sulit belajar, tidur terganggu, serta kecelakaan lebih banyak ditemukan di daerah yang ribut daripada di  daerah yang tenang. Suara ribut yang lebih dari 80 desibel dapat merusak organ pendengaran secara permanen, jika didengar terlalu lama. Ini disebabkan sel-sel rambut yang ada didalamnya buan dirancang untuk suara nyaring. Oleh karena itu, semakin nyaring suara yang masuk ke telinga, semakin kuat pula sel-sel rambut terguncang. Jika guncangan tersebut terjadi terlalu kuat dan terlalu lama, mak sel-sel rambut akan melemah lalu rusak sehingga tidak dapat berfungsi lagi dengan baik kemudian timbullah sakit telinga.

Dibawah ini ada cara merawat sakit telinga yang baik dan benar adalah :

  1. Sebaiknya jangan mengorek telinga dengan menggunakan cotton bud untuk mengeluarkan kotoran. Karena bukan membuat kotoran keluar, malah akan menyebabkan kotoran tadi masuk ke dalam telinga. Telinga mempunnyai mekanisme yang sendiri dengan cara otomatis akan mengeluarkan kotorannya. Untuk umat islam, maka cara yang dilakukan untuk mengeluarkan kotoran telonga dengan berwudhu untuk perawatan pada telinga yang sempurna.
  2. Mengunyah makanan dengan cara yang baik juga merupakan hal yang penting, karena gerakan yang muncul pada saat mengunyah makanan bisa membantu proses pengeluaran kotoran telinga. Untuk merasakan dengan lebih detail, maka cobalah konsumsi permen karet.
  3. Sesekali cobalah melakukan terapi lilin. Hal ini bisa membantu membersihkan dan mengeluarkan kotoran-kotoran telinga. Pahamilan dan pelajari bagaimana cara melakukan terapi lilin ini.

Cara mengatasi sakit telinga dengan cara alami adalah :

Ramuan sakit telinga alami :
Bahan : daun iler segar 15 lembar, air matang 3 sendok
Pemakaian : cuci bersihlah terlebih dahulu daun iler segar, kemudian digiling atau ditumbuk sampai halus. Tambahkanlah 3 sendok makan air matang, setelah itu diaduk sampai merata lalu diperas, setelah itu disaring dengan menggunakan sepotong kain. Gunakanlah air perasannya untuk obat tetes telinga alami yang sakit. Lakukanlah pengobatan ini 4-6 kali dalam sehari.

Ramuan obat tetes telinga alami 2
Bahan : batang dan daun bandotan secukupnya saja
Pemakaian : cuci bersih semua bahan-bahan tadi, kemudian daun bandotan ditumbuk dan setelah itu diperas. Gunakanlah air perasan untuk obat tetes telinga.

Obat sakit telinga alami 3
Bahan : daun inggu segar 3 genggam
Cara membuat : cucilah bersih daun inggu, dan setelah itu bilaslah air sampai matang. Tumbuklah sampai halus, dan kemudian diperas dengan menggunakan sepotong kain
Aturan pakai : teteskanlah air perasan tadi pada telinga yang sakit.

Sakit Telinga

Posted in Sakit Telinga | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Sakit Telinga Pada Anak Balita

Sakit telinga pada anak balita jangan disepelekan atau dianggap enteng. Karena usia mereka merupakan usia yang rawan terkena penyakit telinga. Perlu melakukan penanganan yang tepat agar sakit telinganya tidak berlanjut. Jika anak Anda menderita sakit telinga, maka cara mengatasinya adalah dengan memberikan ASI selama mungkin. Suatu penelitian menyebutkan bahwa anak yang biasanya diberikan ASI akan sedikit mengalami resiko infeksi telinga.

 Sakit Telinga Pada Anak Balita

Sakit Telinga Pada Anak Balita

Salah satu jenis sakit telinga pada balita adalah radang telinga tengah. Biasanya sekitar 50 persen dari usia balita, paling tidak mereka pernah mengalami hal ini 1 kali dalam rentang 1 tahun pertama mereka. Penyebab dari masalah radang telinga tengah pada bayi adalah karena saluran penghubungan antara telinga tengah dan juga atap tenggorokannya berdekatan dengan lubang hidung bagian belakang atau yang disebut dengan istilah Eustachius pada anak balita, dan jika masih dalam proses masa pertumbuhan dan perkembangan, maka semua saluran tersebut belum sempurna. Bentuknya akan lebih pendek dan menjadi lebih sempit serta lebih mendatar dibandingkan oleh orang dewasa. Hal ini menyebabkakn saluran tadi sangat mudah mengalami sumbatan, misalnya adalah terjadinya suatu infeksi penyakit telinga dan juga alergi.

Cairan dan pembengkakan yang muncul pada selaput lendir di dalam saluran eustachius tadi akan berlanjut menjadi sakit telinga pada balita yakni radang telinga tengah. Yang dimaksud disini adalah peradangan yang terjadi di saluran eustachius dan juga pada selaput lendir yang ada di ruang telinga bagian tengah mereka, yaitu daerah yang berada pada belakang gendang telinga. Penyebab dari peradangan yang terjadi antara lain adalah karena infeksi yang muncul pada cairan yang bisa menyumbat bagian telinga tengah tadi.

Lalu, gejala apa yang muncul dari sakit telinga pada balita tadi? Radang telinga tengah biasanya akan menunjukkan beberapa gejala seperti :

  1. Sakit telinga
    Hal ini muncul karena cairan yang mengalami penumpukkan di dalam telinga bagian tengah terutama di gendang telinga. Dan biasanya, jika bayi sudah berusia cukup besar merek akan mengeluhkan rasa sakit pada telinganya. Namun, untuk anak yang masih tergolong bayi maka mereka biasanya hanya akan menarik-narik telinga mereka untuk menunjukkan rasa sakit mereka.
  2. Demam tinggi disertai diare.
  3. Penurunan pada selera makan hal ini disebabkan karena disaat mengunyah mereka merasakan sakit disaat menelan. Tidur menjadi tidak nyenyak dan sering terbangun di malam hari karena merasa sakit pada telinganya jika dibawa tidur.
  4. Cairan kental yang keluar dari lubang telinga. Hal ini berarti gendang tellinga robek akibat dari tekanan cairan yang sangat kuar. Dan kemudian kondisi ini akan menghentikan tekanan kuat dari cairan yang ada pada gendang telinga, sehingga menyebabkan rasa sakit yang akan berkurang atau juga bisa hilang.

Harus Anda ketahui bawah radang telinga tengah merupakan suatu penyakit telinga yang terbilang berlangsung sebentar saja. Berlangsung sekitar 2-3 hari saja, dan setelah itu bisa sembuh dan hilang dengan sendirinya. Namun, jik dalam waktu seminggu atau 10 hari masih belum sembuh  juga sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter.

Cobalah untuk mengompres telinga mereka dengan kain hangat. Gunakanlah kain yang lembut misalnya adalah flannel. Cobalah perhatikan penyebab dari penyakit alergi si kecil. Alergi bisa saja menjadi penyebab dari terjadinya sakit telinga pada anka balita. Jika keadaan tidak membaik, maka cobalah hubungi dokter.

Sakit telinga pada anak balita bisa disebabkan juga karena infeksi yang terjadi pada telinag dibagian tengah, hal ini disebabkan oleh penyakit lainnya misalnya adalah penyakit campak, penyakit gondongan, atau karena sakit gigi. Gejala dari sakit telinga pada anak balita ini ditandai dengan demam, telinga sakit, dan rasa yang tidak enak pada seluruh tubuh, muntah. Jika sakit telinga ini disebabkan karena gendang telinga yang pecah, maka akan keluar nanah berwarna kuning atau hijau maupun darah.

Terapi yang dilakukan untuk mengatasi sakit telinga pada anak balita cobalah lakukan cara alami seperti dibawah ini :

Ramuan I : Basahi kapas dengan 2 tetes minyak lavender dan kemudian di letakkan di dalam telinga hingga rasa sakitnya hilang.
Ramuan II : menggunakan bahan daun wungu yang segar. Cucilah bersih, kemudian bilas dengan air yang sudah matang, tumbuklah hingga melumat dan peras airnya. Air yang sudah diperas ini dipakai untuk menetesi telinga yang sakit.

Ramuan III : daun inggu segar yang dicuci kemudian dibilas dengan air masak, setelah itu tumbuklah hingga hallus dan peras dengan sepotong kain. Teteskanlah perasan airnya pada telinga yang sakit.

Ramuan IV : herba bandotan dicuci hingga bersih, kemudian tumbuklah hingga halus, peras dan saring airnya, kemudian gunakanlah air perasan ini sebagai obat tetes telinga. Lakukanlah hal ini sebanyak 4 kali sehari. Dan 2 tetes setiap pemakaiannya.

 Sakit Telinga Pada Anak Balita

 

Posted in Sakit Telinga | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Sakit Telinga pada Anak

Sakit telinga pada anak – Rasa sakit di telinga dapat disebabkan oleh infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media) karena penyakit infeksi lainnya seperti campak, gondongan atau sakit gigi. Gejala pada sakit telinga pada anak adalah demam, telinganya sangat sakit, seluruh tubuh tidak enak, muntah. Jika gendang telinganya pecah, maka di bantal ataupun di telinganya akan ada nanah berwarna kuning atau hijau ataupun darah.

Sakit telinga pada anak

Sakit telinga pada anak

Sakit telinga yang sering menyerang anak. Jenis yang terkenal adalah otitis media yakni infeksi atau peradangan pada telinga bagian tengah. Penyebab otitis media adalah virus dan bakteri. Bisa juga akibat alergi, maupun terjadinua pembesaran adenoid (jaringan limfoid ada rongga tekak bagian atas). Diantara bakteri penyebab otitis media adalah streprococcus pneumoniae, haemophilus influenzae dan moraxella cattarahalis.

Waspadailah jika anak Anda mengalami flu yang semakin memburuk. Flu merupakan suatu keadaan yang sering menyerang balita. Penyakit flu biasanya akan hilang sendiri. Namun jika dilihat penyakit flu malah semakin memburuk yang disertai dengan demam, maka sebaiknya Anda melakukan konsultasi ke dokter, yang diitakutkan adalah terjadinya infeksi sakit telinga pada anak. Anak mempunyai resiko lebih besar untuk mengalami gangguan sakit telinga, hal ini disebabkan karena struktur dari telinga mereka yang belum sempurna. Dan biasanya untuk anak yang sedang mengalami flu atau pilek akan menolak dan susah untuk disuruh mengeluarkan ingusnya. Struktur balita dengan orang dewasa berbeda, sehingga jika ingus tidak dibuang akan terperangkap di dalam telinga bagian tengah khusunya di tuba eustachius. Tuba eustachius memiliki struktur yang pendek serta lebar yang membuat kuman serta lendir bisa dengan mudah masuk ke dalam telinga lewat kerongkongan. Dan jika hal ini terjadi, maka anak Anda akan mengalami suatu infeksi pada telinga hal ini lah yang menimbulkan suatu gejala pada infeksi teinga yang muncul akan mengeluarkan cairan yang warnanya bening atau kuning. Cairan ini dikenal dengan istulah ingus dan juga bakteri serta kuman yang terperangkap tadi.

Namun, keluarnya cairan ini bukan menjadi suatu patokan dari gejala khas penyakit infeksi telinga. Biasanya untuk kasus yang lebih ringan, maka telinga tidak akan mengeluarkan cairan, namun biasanya anak Anda akan mengalami demam dan menjadi sangat rewel. Terutama terjadi di malam hari.

Jika anak Anda masih minum ASI, maka ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengobati sakit telinga pada anak:

  1. Berikan ASI. Memberikan ASI bisa membantu mengurangi resiko dari terjadinya infeksi pada telinga
  2. Mengendalikan alergen atau penyebab alergi. Alergen dari makanan, terutama untuk olahan yang terbuat dari bahan susu yang merupakan salah satu penyebab dari munculnya infeksi sakit telinga.
  3. Meminimalisir kontak dengan anak yang sakit untuk mencegah penularan
  4. Memberi makan mereka dengan posisi tegak lurus apalagi disaat bayi sedang menyusu. Keadaan ini bisa membantu mengurangi cairan terperangkan di dalam telinga tengah
  5. Merawat anak yang terserang flu dengan baik.
  6. Menjaga saluran hidung agar tetap dalam keadaan bersih. Membantu membuang ingus agar tidak terperangkap di dalam telinga tengah.

Terapi sakit telinga. Jika si buah hati sakit telinga tetapi kelihatan sehat, berikan parasetamol selama 12-24 jam. Jangan memberikan minyak atau obat tetes telinga. Jika kelihatannya ia menderita infeksi, pergilah ke dokter. Dokter anak akan memberikan antibiotik atau parasetamol beserta obat tetes hidung untuk menghilangkan penyumbatan.

Meredakan sakit kepala. Letakkan kain panas atau sebotol air panas yang dibungkus kain di bawah telinga si kecil untuk meredakan sakit telinga pada anak. Setelah mendapat infeksi telinga, pendengarannya mungkin akan terganggu sampai kira-kira 6 minggu. Jika sakit berlanjut, pergilah ke dokter.

Batuk, pilek dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada anak, dapat memicu otitis media. Ketika anak terserang batuk-pilek (flu) atau ISPA, terjadi penyumbatan pada saluran eustachia, yakni saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga hidung bagian belakang dan tenggorokan. Bila penyumbatan itu diperburuk dengan adanya bakteri atau virus, dapat menyebabkan cairan atau nanah dibelakang gendang telinga. Penimbunan nanah itu menimbulan nyeri, seperti penuh dan berdenging. Bahkan dapat mengakibatkan kehilangan pendengaran.

Cara mengatasi sakit telinga pada anak, adalah :

  1. Cegah zat-zat pemicu alergi. Sebab, alaergi menimbulkan pembengkakan eustachia
  2. Hindari anak dari asap rokok
  3. Jangan masukkan benda ke telinga anak, termasuk cotton bud saat membersihkan telinga. Sebab, dapat mendorong kotoran ke dalam dan melukai gendang telinga
  4. Biarkan rambut halus di telinga anak secar almiah membantu mengeluarkan kotoran telinga
  5. Segera ke dokter begitu ada gangguan pada telinga anak.

Itulah informasi mengenai sakit telinga pada anak, semoga bermanfaat untuk Anda mengobati masalah sakit telinga yang muncul pada anak Anda.

Sakit telinga pada anak

Posted in Sakit Telinga | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Mengatasi Sakit Telinga

Mengatasi Sakit Telinga – Sakit telinga bisa menjadi hal yang cukup mengganggu. Pasalnya, infeksi jamur di telinga dapat menyebabkan rasa gatal dan sakit tak terhingga. Ini terutama terjadi di daerah yang beriklim lembap.

Nyeri atau sakit dibagian telinga biasanya disebabkan oleh infeksi, kemasukan benda/kotoran atau cairan dalam waktu yang lama. Penyakit bagian telinga umumnya dibagi 3 yaitu gangguan pendengaran, infeksi telinga dalam dan infeksi telinga bagian luar. Gejala awalnya biasanya ditandai dengan adanya suara denging atau dalam dunia kedokteran disebut Tinnitus, telinga berwarna kemerahan, sakit pada bagian rahang dan jika sudah mengalami infeksi akan keluar cairan kekuning-kuningan seperti nanah atau disebut otitis media (congek). Sakit telinga harus segera di obati karena bisa menyebabkan hilangnya pendengaran.

Mengatasi Sakit Telinga

Mengatasi Sakit Telinga

Hal-hal yang harus dihindari untuk mengatasi sakit telinga, yakni :

1. Mengatasi Sakit Telinga Jangan mengorek telinga

Pada dasarnya, bentuk telinga dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran, seperti debu atau serangga. Hal ini tepatnya dilakukan oleh liang telinga yang bentuknya bersudut, sehingga menyebabkan kotoran tersebut sulit menembus telinga. Fungsi ini juga dilakukan oleh kelenjar rambut yang terdapat di bagian depan setelah liang telinga. Di bagian liang telinga terdapat getah telinga yang disebut dengan serumen (tahi telinga atau getah). Serumen inilah yang akan menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkannya.

Sayangnya, masyarakat sering salah kaprah dengan menyangka tahi telinga sebagai kotoran. Secara alamiah, kotoran yang masuk akan mengering dan keluar dengan sendirinya. Karenanya, tahi telinga seharusnya tidak usah dibuang, kecuali menggumpal atau menyumbat liang telinga hingga menghalangi masuknya gelombang suara ke telinga dalam.

Dalam keadaan normal, tahi atau getah telinga hanya menutupi permukaan dinding telinga dan jika dibersihkan, akan muncul lagi kaerna secara terus-menerus diproduksi. Karenanya, telinga sebaiknya tidak dibersihkan dengan cara dikorek, tetapi cukup dibersihkan bagian luarnya saja, yakni daun dan muara liang telinga.

  • Kebisingan secara luas dapat menyebabkan ancaman bagi sistem pendengaran, kesehatan umum, proses pendengaran dan perilaku manusia. Berbagai penelitian membuktiikan bahwa bising yang terus menerus lebih dari 85 desibel tidak hanya menyebabkan keluhan pada telinga dan pendengaran, tetapi juga menyebabkan peningkatan tekanan darah, gangguan tidur, kelainan pencernaan, emosi dan stres.
  • Jangan memakai obat-obatan berefek samping

Hampir semua obat memiliki efek samping berupa gangguan pada telinga atau pendengaran. Semakin banyak obat paten di pasaran, kemungkinan daftar obat-obatan yang mempunyai efek samping pada telinga juga semakin bertambah.

2. Mengatasi Sakit Telinga Jangan mengonsumsi makanan sembarangan

Terjadinya gangguan pada sakit telinga sangat terkait dengan pola hidup dan pola makan. Karenanya, bagi penderita gangguan pada telinga disarankan menghindari makanan yang mengandung kalsium (Ca) tinggi seprti kangkung, bayam, daun singkong dan kemangi. Sebaliknya, penderita harus banyak mengonsumsi jenis makanan yang berkalium (K) tinggi. Sebaiknya juga menghindari makanan berlemak, makanan yang terlalu asin, minum kopi, dan disarankan minum air putih dalam jumlah banyak.

Dibawah ini cara mengatasi sakit telinga dan pencegahannya merawat telinga dengan cara yang benar adalah :

  1. Telinga bagian luar memang dirancang sebagai tempat yang mudah untuk dibersihkan. Maka membersihkannya bisa dengan cara menggunakan air. Biasanya kotoran akan sendirinya mendorong keluar kotoran telinga tersebut. Selain itu cara membersihkannya adalah dengan menggunakan minyak zaitun untuk membantub melunakkan kotoran telinga.
  2. Jika terjadi perubahan pada warna kotoran Anda. Tekstur serta warna bisa menjadi berbeda pada setiap orang. Bisa berbentuk keras atau juga lembut, dan bisa juga berwarna orange atau juga berwarna kecokelatan. Namun, jika warna hijau dan kental, maka tandanya telinga ini akan mengalami suatu infeksi. Dan harus segera diobati.
  3. Sebaiknya jangan menggaruk telinga disaat sedang gatal. Karena rasa gatal tadi muncul tadi disebabkan karena eksim atau juga akibat psoriasis. Untuk mengatasinya maka lakukanlah pengobatan.
  4. Untuk anak yang mengalami infeksi sakit telinga, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan memberikan mereka obat paracetamol untuk membantu mengurangi rasa sakit serta obat tetes telinga. Dosis atau kadar dari paracetamol untuk bayi diberikan 1 sendok teh kurang lebih 5 ml dan diminum 3 kali sehari. Dan pemberian obat tetes telinga, dan disesuaikan dengan tingkat pada parahnya infeksi yang terjadi.
  5. Memberikan antibiotik dianggap tidak terlalu penting untuk anak. Karena jika kondisi mereka tidak terlalu parah maka infeksi akan sembuh kurang lebih 3 hari. Namun, jika infeksi sakit telinga yang muncul tidak sembuh maka antibiotik bisa digunakan. Infeksi sakit telinga yang terjadi menjadi sangat parah dan bisa menyebabkan hilangnya fungsi dari pendengaran dengan tetap.

Itulah informasi mengenai sakit telinga dan cara mengatasinya.

Mengatasi Sakit Telinga

Posted in Sakit Telinga | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment