Mengatasi Sakit Telinga

Sakit telinga bisa menjadi hal yang cukup mengganggu. Pasalnya, infeksi jamur di telinga dapat menyebabkan rasa gatal dan sakit tak terhingga. Ini terutama terjadi di daerah yang beriklim lembap.

Nyeri atau sakit dibagian telinga biasanya disebabkan oleh infeksi, kemasukan benda/kotoran atau cairan dalam waktu yang lama. Penyakit bagian telinga umumnya dibagi 3 yaitu gangguan pendengaran, infeksi telinga dalam dan infeksi telinga bagian luar. Gejala awalnya biasanya ditandai dengan adanya suara denging atau dalam dunia kedokteran disebut Tinnitus, telinga berwarna kemerahan, sakit pada bagian rahang dan jika sudah mengalami infeksi akan keluar cairan kekuning-kuningan seperti nanah atau disebut otitis media (congek). Sakit telinga harus segera di obati karena bisa menyebabkan hilangnya pendengaran.

Hal-hal yang harus dihindari untuk mengatasi sakit telinga, yakni :

1. Jangan mengorek telinga

Pada dasarnya, bentuk telinga dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran, seperti debu atau serangga. Hal ini tepatnya dilakukan oleh liang telinga yang bentuknya bersudut, sehingga menyebabkan kotoran tersebut sulit menembus telinga. Fungsi ini juga dilakukan oleh kelenjar rambut yang terdapat di bagian depan setelah liang telinga. Di bagian liang telinga terdapat getah telinga yang disebut dengan serumen (tahi telinga atau getah). Serumen inilah yang akan menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkannya.

Sayangnya, masyarakat sering salah kaprah dengan menyangka tahi telinga sebagai kotoran. Secara alamiah, kotoran yang masuk akan mengering dan keluar dengan sendirinya. Karenanya, tahi telinga seharusnya tidak usah dibuang, kecuali menggumpal atau menyumbat liang telinga hingga menghalangi masuknya gelombang suara ke telinga dalam.

Dalam keadaan normal, tahi atau getah telinga hanya menutupi permukaan dinding telinga dan jika dibersihkan, akan muncul lagi kaerna secara terus-menerus diproduksi. Karenanya, telinga sebaiknya tidak dibersihkan dengan cara dikorek, tetapi cukup dibersihkan bagian luarnya saja, yakni daun dan muara liang telinga.

  • Kebisingan secara luas dapat menyebabkan ancaman bagi sistem pendengaran, kesehatan umum, proses pendengaran dan perilaku manusia. Berbagai penelitian membuktiikan bahwa bising yang terus menerus lebih dari 85 desibel tidak hanya menyebabkan keluhan pada telinga dan pendengaran, tetapi juga menyebabkan peningkatan tekanan darah, gangguan tidur, kelainan pencernaan, emosi dan stres.
  • Jangan memakai obat-obatan berefek samping

Hampir semua obat memiliki efek samping berupa gangguan pada telinga atau pendengaran. Semakin banyak obat paten di pasaran, kemungkinan daftar obat-obatan yang mempunyai efek samping pada telinga juga semakin bertambah.

2. Jangan mengonsumsi makanan sembarangan

Terjadinya gangguan pada sakit telinga sangat terkait dengan pola hidup dan pola makan. Karenanya, bagi penderita gangguan pada telinga disarankan menghindari makanan yang mengandung kalsium (Ca) tinggi seprti kangkung, bayam, daun singkong dan kemangi. Sebaliknya, penderita harus banyak mengonsumsi jenis makanan yang berkalium (K) tinggi. Sebaiknya juga menghindari makanan berlemak, makanan yang terlalu asin, minum kopi, dan disarankan minum air putih dalam jumlah banyak.


=====================================

>>> THM – Obat Tetes Telinga Alami Untuk Membantu Membersihkan Telinga, Mengembalikan Fungsi Telinga dan Pendengaran, Mengobati Berbagai Gangguan Sakit Telinga, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Sakit Telinga and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>